Ifos-Go-BLOG

Do Not Make Your Self G0-BloG

Archive for July, 2007

4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?">4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?

Posted by ifos on July 9, 2007

mahasiswajepang.jpgPada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat ;) . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.

1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)

Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut Japanese Language Proficiency Test alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang nggombalin orang ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat merayap plus rumus-rumus cepat ala bimbel D , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara ) . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.

2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)

Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit ( Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya ) .

3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)

Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time ;) ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine. Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Nah pada masa ini tipe saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya ) .

4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)

Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science D .

Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” D . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya ;) . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus ) .

Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah ) . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya )

Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori Experiential Learning. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.

Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !

ttd-small.jpg

Posted in Mahasiswa??? | Leave a Comment »

DUnia Friendster

Posted by ifos on July 8, 2007

About Friendster ???

friendster merupaka situs tempat ngumpulnya berbagai kalangan,..berbagai umur semuanya

Hampir rata-rata pengguna internet memiliki Account Di friendster yang di kenal dengan FS
..mungkin berbagai alasan mereka untuk memiliki account Friendster.. Bisnis, Teman bahkan
teman Kencan…

Lalu apa yang di banggakan pada Member Friendter???

bener ga seh klo saya bilang mereka membanggakan hal sebagai berikut :


– Memiliki banyak Teman di FS-nya
– memiliki Skin Yang bagus pada Fs-Nya
– memiliki Testi yang banyak
– Memiliki TestiMonials dari gadis cantik [ bagi cowo ]
– memiliki Testimonials cowo keren/cakep/cool [ bagi GADIS]

atau ada yang LAin Mungkin???

Nongkrong-Nongkrong di Friendster memang sangat Mengasikkan,..
selain banyak Temen Baru,..membuat kita kenal dengan dunianya berbagai orang..
yah dari baca-Baca Profile atau Testi FSnya orang yang kita kunjungi…

Namun kadang saya berfikir,.. pernahkah kamu bertemu dengan Kenalan Anda di FS ???
bagi yang belum pernah [ jangan tersenyum membaca artikel jelek saya ini ]:)

bagi yang pernah bertemu dengan Teman baru Di FS saya mau bertanya
Apa alasan anda bertemu dengan dia ????

– mau banyak temen baru??
– Mau Cari pacar ???

Mungkin alasan terakhir yang lebih tepat adalah

– karna Dia CAntik,.. dan nantinya bisa anda jadikan teman,..Lalu Pacar :)
[ begitukah?? ]

OK NEXT

memang wajar apapun yang anda lakukan,..apapun itu,..itulah duniamu,..

Namun saya sedikit menuliskan ‘kurang lebih’ tentang Ciri-ciri FS mania:

– pertama meng-akses Internet yang dibuka adalah www.friendster.com
– minta Acount FS pada Teman Chattingnya baik itu di MiRC/YM
– selalu mengganti-ganti feature di FS baik itu SKIN maupun Profile
dengan alasan agar ‘Menarik’
– meng-Upload photo2 gaulnya untuk di pajang di FS
– aktifitas di warnet 80% Ngurudin FS [ bales2 testi, cari Temen baru,..]

dan berikut Adalah ciri-ciri bagi mereka yang masih ABG/remaja yang masih Single
yang biasanya cenderung mencari Pasangan,.entah Teman cakep/cantik buat NAmpang..
or jadi pacar..

– ketika masuk menu search yang diketik adalah
#bagi cowo :
keyword : Schools(other),Hometown
People who are : Women
ages : kurang lebih 1-3 tahun dibawah umurnya
He/she is Interested : Dating Men, Relationship men, Relationship Women
Status : single

#bagi Cewe :
keyword : Schools(other),Hometown
People who are : Men
ages : kurang lebih 1-5 tahun diatas umurnya
He/she is Interested : All,Dating Women, Relationship Women, Relationship MEn

BAGAiMAna DenGan TEstImOnials ???

Rata-rata ketika menjawab testi teman barunya adalah dengan jawaban seperti berikut :
– 1.Thanks for add me!
– 2.keep contact yaw!

[ RESPON ]


ternyata pada kenyataannya banyak yang tidak menyukai jawaban No.1 [ thanks for add me! ]
kenapa?? karna jawaban tersebut dinilai merupakan jawaban yang sombong,bagi mereka yang
tidak ingin dirinya diketahui bahwa dialah yang me-Request duluan:) apalagi kalo jawaban
seperti itu tidak dirambah dengan kata2 lain yah..cuma ” thanks for add me!”

NAh lain halnya dengan jawaban No.2 [ keep Contact yaw!]
jawaban ini terkesan sangat friendly.. memiliki kesan keakraban.. dan terlihat tidak ada
kesan angkuh…

SELANJUTNYA SILAHKAN ANDA NILAI SENDIRI BAGAIMANA DUNIA FRIENDSTER MENURUT ANDA???

Posted in Dunia FriendsteR | Leave a Comment »

…JAdI Bawahan Vs Impian…[dunia kerja]

Posted by ifos on July 8, 2007

…JAdI Bawahan Vs Impian…[dunia kerja]

Posted in Impian | Leave a Comment »

How To Get Bussiness

Posted by ifos on July 6, 2007

Perkembangan Dunia bisnis begitu Pesat,Entah seperti apa anda mengartikan sebuah bisnis yang jelas kita sepakat tujuan dari sebuah bisnis adalah sebuah penghasilan dan bekal untuk rencana-rencana selanjutnya ( yang dihasilkan dari bisnis tersebut)
kemudian kaitannya dengan bisnis, teknologi merupakan penunjang yang bagi pelaku bisnis..namun tetap saja kenyataanya seorang mahasiswa yang memiliki kemampuan berteknologi baik itu dalam bidang IT,ataupun bidang knowledge lainnya,tak sedikit dari mereka yang tidak bisa memanfaatkan itu semua. yang saya kadang merasa Heran adalah ketika melihat mereka yang tidak memanfaatkan keahliannya yang sebenarnya hal itu bisa digunakan sebagai peran sebuah bisnis. Namun disisi lain ada mereka yang tidak menguasai banyak keahlian malah justru menjadi lebih baik kehidupannya daripada mereka yang memiliki keahlian dalam teknologi… Nah,dari situ saya menyebutnya ini semua adalah tentang Menejemen bisnis yang akan membawa kehidupan yang lebih baik.

Bagi anda yang merasa tidak memiliki seperti apa yang teman anda bisa jangan berkecil hati bahwa anda tidak akan lebih baik dari mereka. kalo kita berpikir sejenak,..

—coba apa yang akan anda lakukan ketika melihat seorang ahli yang tidak bisa menjual keahliannya???
Bagaimana dengan jawaban ini :
—> saya akan menjualkannya ( saya memenejemen dia )

—apa yang anda lakukan ketika ada yang memesan sebuah website dengan bayaran 2jt, dan anda tidak memiliki keahlian itu??? apakah anda akan menolak order-an terbut??
Bagaimana dengan solusi ini :
—> anda akan menerima pemesanan tersebut karna anda berpikir anda memiliki teman yang yang bisa mengerjakan order-an tersebut (tentunya anda pun akan dapet bagian bukan?).

itu semua merupakan contoh bagaimana seorang bisnisman yang handal tanpa mengenal kendala tapi selalu mencari solusinya. dan memanfaatkan orang-orang disekitarnya,namun bukan hanya untuk kepentingan pribadi namun juga kerjasama dengan meraka yang anda butuhkan.
Dan saya yakin hal seperti itu tak sedikit dilakukan oleh kalangan bisnisman2 yang handal.

ok! thanks

that’s litle about bussiness management from
semoga sedikit banyaknya dapat memberikan inspirasi dan dijadikan motifasi diri buat anda semua khususnya bagi anda yang merasa kurang dalam berbisnis

——-
‘ifos’
——-

Posted in BISNIS | Leave a Comment »